Langsung ke konten utama

Ikuti Rakernas I, Rajafi Nahkodai Majelis Dzikir Hubbul Wathon Sulut

Dari Kiri; Taufik Bilfagih (Sekwil), Hb. Muhsin Bilfagih (Ketua Pembina) dan Ahmad Rajafi (Ketua PW)
alhikam-indonesia.com | Dr. Ahmad Rajafi, M. HI menahkodai Pengurus Wilayah Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PW MDHW) Prov. Sulawesi Utara. Dibantu Taufik Bilfaqih, S. Sos. I, MSi selaku sekretaris, keduanya langsung mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar oleh PB MDHW pada 22-24 Februari 2018, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Dalam Rakernas tersebut juga dirangkaikan dengan Dzikir Kebangsaan yang menhadirkan Kiai Sepuh dan Habaib.

Selain itu, Habib Muhsin Bilfagih, S. Ag, M. Ed, dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pembina PW MDHW Sulut.

Menurut Rajafi, pasca Rakernas, program utama PW MDHW terdekat adalah merampungkan kepengurusan wilayah hingga seluruh cabang.

"Pokoknya, setiba di Manado nanti, kita akan merampungkan kepengurusan dari tingkat Provinsi hingga seluruh cabang di Sulut. Setelah itu, kita akan gelar pelantikan serentak." papar dosen IAIN Manado tersebut.

Rajafi sendiri dipercayakan sebagai ketua wilayah atas rekomendasi PB MDHW yang mengetahui bahwa kader NU asal Lampung tersebut dinilai layak.

Komentar

Mbah Abraham wonderful mengatakan…
You are doing a great job Man,Keep it up. Love your site. My thanks for doing such a good job. I technical skills to learn will come back to read more and inform my coworkers about your site.

Postingan populer dari blog ini

Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali

Sayyidina Ali Karromallahu wajhah menerangkan bahwa sejatinya taqwa tidaklah sekedar istitsalul awamir waj tinabun nawahi, tetapi taqwa itu adalah:  الخو ف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والإستعداد ليوم الرحيل takut kepada Allah yang bersifat Jalal, dan beramal dengan dasar al-Qur’an (at-tanzil) dan menerima (qona’ah) terhadap yang sedikit, dan bersiap-siap menghadapi hari perlihan (hari akhir) .   إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. ق

AD/ART LKSA AL HIKAM

Berikut kami lampirkan AD/ART LKSA Al Hikam. Yang disusun oleh Pengurus Pusat Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia. Akta Notaris : Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia SK. Menteri Kehakiman RI. Nomor: C – 135, HT. 03. 01. Th. 1996, oleh Bpk. Muchlis Tabrani, SH Jaga 2 Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Telp: 085336165557 Website : www.alhikam-indonesia.blogspot.com ANGGARAN DASAR LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AL HIKAM MINAHASA TENGGARA BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT DAN IDENTITAS Pasal 1 (Satu) NAMA Nama Lembaga ini adalah bernama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al Hikam disingkat LKSA Al Hikam Pasal 2 (Dua) WAKTU Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Hikam di dirikan pada tanggal 06 Juli 2011 di Minahasa Tenggara Pasal 3 (Tiga) TEMPAT Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Hikam ini bertempat di Jaga 2 Desa Tumbak Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara Propinsi Sulawesi Utara Negara Republik Indonesia Pasal 4 (Empat) Lembaga Kesejahteraan S

HABIB MUCHSIN BILFAGIH

BERGERAK DI SEMUA LINI (Sebuah Otobiografi) Oleh : Amrain Razak Habib Muchsin Bilfagih, dilahirkan di Bitung, Sulawesi Utara pada tanggal 6 juli 1960. Menghabiskan masa kecilnya di desa Tumbak, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa (sekarang Mitra). Dengan banyak mengekspresikan bakat olah raganya, khusus di dunia sepakbola. Sejak SMP (SMP Kristen Tatengesan) H. Muchsin Bilfagih yang akrab di panggil dengan nama kecilnya “Acen”, telah dikenal sebagai striker handal, yang sangat diandalkan oleh timnya, baik dalam pertandingan antar SMP se Kabupaten maupun pada turnamen-turnamen di luar sekolah. Dalam periode 1977 sampai 1980 kedua orang tuanya hijrah ke Denpasar, Bali. Kemudian untuk menyalurkan bakat olah raga ke jenjang yang lebih baik maka Muchsin melanjutkan studinya pada Sekolah Menengah Olah Raga Atas (SMOA) di Denpasar. Dari hasil polesan SMOA inilah dirinya melejit naik meraih berbagai prestasi yang menyebabkan PEMDA Denpasar merekrut sekaligus memasukkan daftar nama Muchsi