Header Ads

Tentang Nabi Saw (IV)

Sitti Aminah sang ibu tercinta menyusukan Nabi sempat beberapa hari, kemudian menyerahkan penyusuannya kepada seorang wanita mujur bernama Tsuwaibah dari keturunan Aslamy. Inilah wanita yang di merdekakan paman Nabi yakni Abu Lahab ketika dengan rasa gembiranya mendengar Nabi dilahirkan.
 
Ilustrasi Google
Tsuwaibah menyusui Nabi bersamaan dengan putranya sendiri Masruh dan juga Abu Salamah, namun Tsuwaibah menaruh kasih sayang kepada Nabi yang masih menyusui itu dengan penuh cinta. Tsuwaibah juga termasuk wanita yang memberikan penyusuan kepada paman Nabi yakni Sayyidina Hamzah yang terpuji dalam membela Islam di kemudian hari. Dialah pahlawan Uhud dalam pertempuran jihad melawan prilaku tirani.

Kelak setelah berbilangan tahun, disaat Tsuwaibah meninggal dunia, nabi sendiri yang menguburkan jasadnya dengan sikap tulus penuh penghormatan.

Selama hidup Tsuwaibah, demi rasa hormat Nabi kepadanya, sering beliau mendapat santunan dari Nabi berupa makanan dan pakaian dan tentunya uang. Sepeninggal Tsuwaibah, giliran penyusuan Nabi diserahkan pada wanita yang lebih muda, dialah Halimah dari suku Sa'ad, atau lebih dikenal Halimatussa'diah. Tidak banyak orang yang menyerahkan anaknya untuk di susukan oleh Halimatussadiah, sebab Halimah dipandang miskin dan tak memiliki harta apapun. Namun ketika menyusui Nabi, kehidupan keluarga Halimah berubah menjadi orang terpandang dan memiliki kekayaan.

Sebagaimana masyarakat Arab yang lain, Halimah dan keluarganyapun memiliki Unta dan Kambing. Sebelumnya, unta-unta dan kambing-kambing yang dipelihara keluarga Halimah sangat kurus seolah tak terurus, tetapi semua berubah menjadi gemuk ketika Halimah menjadi ibu pesusuan Nabi.

Inilah bagian mu'jizat yang tak kalah pentingnya. Disisi lain para tetangga yang biasanya mengejek dan memaki-maki Halimah, seketikapun lenyap dan semua meminta maaf padanya. Itulah bunda Halimah yang mendapat kebahagiaan berupa semakin bertambahnya harta kekayaan yang menghiasi lembaran sejarah kehidupannya.

Pertumbuhan Nabi pada masa kecilnya berkembang pesat, sebagai contoh pertumbuhannya sama ketika anak-anak se-usia Nabi berumur 3 bulan maka itu artinya sama dengan usia Nabi 3 hari. Alangkah hebatnya Allah merancang semua ini sehingga benar jika Nabi di juluki "basyarun lakal basyar".

Contoh lain adalah Nabi sudah bisa berdiri tegak di usia 3 bulan - Nabi bisa berjalan di usia 5 bulan dan telah menjadi anak yang tegar kuat di usia 9 bulan dan berbicara dengan penuh sastra di usia 12 bulan.

Semasa dalam perawatan bunda Halimah, dua Malaikat telah mendatangi Nabi yang masih kecil mungil, membelah dada untuk mengeluarkan sepotong daging hitam yang terdapat di tubuh Nabi. Penggalan hitam adalah simbol nafsu yang menjadi rumah setiap setan. Itulah sebabnya perlu dihilangkan, kemudian dada nabi diisi dan dihiasi dengan bejana Islam-Iman-Ihsan yang melahirkan contoh teladan paripurna.

Ketika dada Nabi tersucikan yang paripurna itulah, Allah memberi instruksi kepada Jibril untuk menutupnya kembali dan meneguhkan dengan pohon keteguhan yang merupakan simbol dari cap dan stempel ke-nabian. 

Jika ditimbang dan dibanding-bandingkan perbedaan Nabi dengan manusia-manusia bagus pilihan Allah, maka seumpama seribu kali lipat perbandingannya. Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang dialami Nabi, tidaklah hanya pada pertumbuhan fisik tubuhnya, akan tetapi yang paling menonjol adalah perkembangan pada kejiwaan dan prilaku yang menghasilkan akhlak terpuji.

Muhsin Bilfagih

Tidak ada komentar