HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

Pada alam Ghaibul Ghaib yakni keadaan Zat semata-mata (pada alam yang belum ada sesuatu) malahan belum ada Tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, Diri yang punya Zat tersebut telah Mentajallikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya. Kemudian dinampakkannyalah Nuur Allah kemudian dinampakkan pula Nuur Muhammad (Insan Kamil). Pada tingkat ini yang dikatakan martabat “ANTA ANA, ANA ANTA”

Maka keadaan ini pemilik Zat bertanya kepada Nuur Muhammad (Insan Kamil) dan kepada sekalian Roh untuk menentukan kedudukan taraf ketuhanan dan taraf hamba, lantas ditanyakan kepada Nuur Muhammad, “apakah Aku ini Tuhanmu?”, jawab Nuur Muhammad mewakili seluruh Roh “Engkaulah Tuhanku”.

انا عبدك ابن عبدك لااعبد غيرك الا انت

Artinya : “ Aku adalah Hamba-Mu dari kalangan anak-anak hamba-Mu, yang tidak mungkin menyembah selain menyembah kepada-Mu”.

Hal ini pula dikuatkan oleh Al Qur’anul Karim, AL-A'RAAF 172


Artinya : "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi ”

Setelah terjadi sumpah / baiat diatas, maka terjadi era permulaan baru dalam perwujudan nama ALLAH, hadist Qudsi mengatakan yang artinya :

“AKU SUKA MENGENAL DIRIKU LALU AKU JADIKAN MAHKLUQ INI, LALU AKU PERKENALKAN DIRIKU PADA MEREKA SEHINGGA MEREKAPUN MENGENAL DIRIKU”

Makhluq yang dimaksud tadi adalah NUUR MUHAMMAD sebab seluruh kejadian alam raya ini adalah dijadikan dari pada NUUR MUHAMMAD. Maka sesudah sumpah / baiat itu terjadi, maka jadilah alam yang kita tahu ini yakni Alamul Kabir (alam besar)

Kesimpulan :
Rahasia alam raya ini tersimpan pada disket / lembar NUUR MUHAMMAD (manusia)
Sebelum manusia sanggup menerima disket / lembar ini, tidak ada satupun makhluq –makhluq dialam raya ini yang sanggup memikul rahasia besar ini (rahasia diri ALLAH), pernah rahasia besar itu ditawarkan kepada langit dan bumi, kepada gunung-gunung, tetapi semua itu tidak sanggup menerima.

Tujuan Pemilik Zat mentajallikan diri pada NUUR MUHAMMAD adalah Untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri, dengan diri rahasia-Nya sendiri, maka diri rahasia-Nya itu adalah “Ditanggung dan dipikulkan amanatnya oleh sesuatu kejadian yang namanya INSAN yang bertubuhkan diri batin yang bernama ALLAH, diri yang bernama ALLAH itu yang menjadi diri batin pada insane.

الانسان سر وانا سرة
“Insan itu rahasia-Ku, dan Akulah yang menjadi rahasianya”.

Dalam menawarkan tugas amanah yang paling berat ini, ALLAH berfirman :


انا عرضناالامانة علىا لسموات والارض والجبال فابين ان تحملها وشفقن وحملهل انسان



“Sesungguhnya Aku pernah tawarkan rahasia diri-Ku ini pada langit dan bumi, pada gunung-gunung tetapi semuanya tidak menerima karena takut jangan sampai mereka mengabaikannya, lalu yang sanggup menerimanya adalah Insan Kamil”

Maka manusia menerima diri Rahasia ALLAH itu menjadi tanggung jawab manusia dan menjaga rahasia Tuhan dengan mengenal, memuji dan memuja rahasia diri-Nya sampai kita kembali ke Rabbul Izzati (Tuhan Pemilik Rahasia) disamping itu juga manusia diberi amanat untuk menjadi pemimpin pada alam yang terbentang luas ini :

AL BAQARAH 30

Artinya : “ Ingatlah kamu apabila Tuhan memberi tau kepada malaikat untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di alam semesta ini”.
ANNUR 55

Artinya : “Dan ALLAH telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan juga kepada orang-orang yang beramal saleh, bahwa dia sungguh-sungguh menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi sebagaimana menjadikan orang-orang berkuasa sebelum mereka, dan sesungguhnya Dia akan meneguhkan bagi mereka yang diridhoi-Nya kepada mereka ”.

Ini berarti dua amanat penting yang harus dipikul dan dipertanggung jawabkan :
1. Menjaga, mengenal, memuji dan mengembalikan amanah rahasia itu kepada Yang punya rahasia yang dikandung oleh alam saghir (batang tubuh manusia)
2. Menjaga amanah pemerintahan di alam semesta ini (alam kabhir)

Dengan lain perkataan adalah :
1. Tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan Sang pemilik rahasia
2. Menjaga hubungan dengan makhluq lain

Oleh karena rahasia telah diterima, maka menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan menunaikan sumpah tersebut, untuk memuluskan semua itu maka Adam diciptakan untuk memperbanyak diri-diri sebagai penanggung rahasia yang berkembang dari satu generasi ke generasi berikut sampai akhir kiamat dan rahasia ini dikumpul kembali.

Adapun yang dikatakan manusia itu adalah Alam Kabhir karena dirinya mengandung rahasia (perkataan manusia artinya dirimu mengandung rahasia). Oleh karena diri manusia mengandung rahasia maka manusia harus berusaha mengenal dirinya, karena dengan mengenal dirinya manusia tersebut mengenal Tuhannya, hakekatnya dengan adanya manusia mengenal Tuhannya, dia akan kembali menyerahkan dirinya kepada yang punya diri.

ANNISA 58


Artinya : “ Sesungguhnya ALLAH memerintah kamu agar mengembalikan amanah kepada Yang punya amanah”.

Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa tujuan utama ALLAH menyerahkan amanah diri-Nya kepada manusia adalah untuk memperkenalkan diri-Nya dan memuji diri-Nya dengan diri rahasia-Nya yakni ALLAH memuji diri-Nya dengan diri-Nya sendiri. Hadist Qudsi

من عرف نفسه فقد عرف ربه

Artinya : “ Siapa yang mengenal dirihya pasti mengenal TUHAN-nya.”.

Firman ALLAH dalam surah Ad-Dzariyat: 56.

وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون
Artinya : “ Tidak AKU ciptakan jin dan manusia kecuali untuk berbakti kepada-KU.”.

Dalam menjalankan tugas keseharian kita pada konteks hubungan manusia dengan Tuhan dan untuk menunaikan janji-janji kita, agar sumpah terpelihara maka iblis ditugaskan bersama-sama dengan ganknya untuk membuat ujian atau godaan terhadap keteguhan sumpah janji manusia, artinya iblis berusaha dengan segala daya upayanya untuk menguji keteguhan manusia

Manusia-manusia yang tidak berpedoman pada sumpah-sumpah, dia akan hampa terbang mengikuti arus angin ujian dan rugilah manusia tersebut dan jadilah ia “Hewan yang pandai bicara”.

Tetapi manusia-manusia yang berprinsip dan mengerti serta kenal tugas dan sumpah janjinya mereka akan jaya berada pada maqam yang tertinggi yaitu duduk disisi ALLAH, merekalah orang-orang yang beruntung.

YAASIN 60




Artinya : “ Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai bani Adam supaya kamu tidak tunduk kepada syaithan, sesungguhnya syaithan itu musuhmu yang nyata”.


AL BALAD 4

Artinya : “ Sesungguhnya Aku jadikan manusia untuk diuji (dengan susah payah)”.


Adapun manusia pada awalnya yakni sebelum dilahirkan ke alam ini sampai dengan zaman bayi dia adalah suci disisi ALLAH, tetapi setelah dia mengikuti arus kehidupan serta denyut ujian iblis akhirnya dia lalai terhadap tugas utamanya dan manusia menjadi kotor, jika ini dibiarkan terus menerus, akan tertutup pintu hubungan diantara Tuhan dengan hamba-Nya.

Rasulullah Bersabda “KULLU MAULUDIN ‘ALAL FITRAH……………………..”

Artinya : “ Sesungguhnya kelahiran seseorang adalah bersih / suci, tetapi orang tuanyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani atau majusi”.

Jika kekotoran melanda sehingga membentuk kumpulan darah kotor dibagian bawah jantung manusia, maka berarti manusia tersebut tidak mempunyai hati nurani (Qalbi). Apabila manusia menjadi kotor / tidak ada hati nurani maka semakin jauhlah jarak hubungan dengan Tuhan dengan hati yang kotor itu, manusia yang berperangai seperti ini akan terus hanyut lemas didalam lumpur-lumpur hidupnya didunia ini, mereka akan lupa pada Tuhannya dan juga lupa terhadap diri sendiri, inilah yang dikatakan hidupnya berpura-pura jadi manusia tapi hakikatnya lebih hina dari hewan, manusia jenis ini punya mata tapi buta, punya telinga tapi tuli, punya hati tapi rapuh.

Semua kemudahan resekinya yang diperoleh digunakan untuk tujuan maksiat yang mengakibatkan hubungannya jauh daripada ALLAH. Dia hanya pandai menyumbat perut bodohnya dengan makanan, menyuci tubuh mayatnya dengan sabun, namun ia merelakan rahasia ALLAH yang ada pada batang tubuhnya kurus kering melidi dan kotor bagai bangkai yang busuk

Tidak ada komentar:

Markas Kami