Header Ads

Syair Haji; Perjalanan Spiritual

1
Bismillah asal kata pembuka
Tuhan pengasih sumbernya berkah
Sifat penyayang selalu terbuka
Inilah gambaran Tuhannya kita

2
Alhamdulillah syukur terpuji
Allah perkenan Aku berhaji
Walau tak cukup harta dan gaji
Rahmat Allah sungguh tersaji

3
Inilah perjalanan yang mahal harga
Melebihi nilai intan geliga
Hati terharu jiwa berbangga
Aku berhaji untuk yang ketiga

4
Dengan keagungan Tuhan Rabbani
Memilih sahabat punya nurani
Mengundang Aku untuk menemani
Berangkat haji tulus dan murni

5
Ir. Akil nama kecilnya
Kata Wijaya nama sempurnanya
Perawakan sempurna baik akhlaknya
Berbudi luhur kedudukannya

6
Jiwanya tulus karakter sopan
Berkaca mata terlihat tampan
Beruntung wanita jika dapatkan
Seorang Akil pria idaman

7
Persahabatan kami cukuplah lama
Di Kalimantan Timur asal pertama
Kota Tarakan jelas ternama
Itulah kenangan paling utama

8
Saling mengenal hampir satu dasawarsa
Persahabatan terjalin luar biasa
Saling menopang jiwa yang gelisah
Agar damai hati tak susah

9
Manajer perusahaan jiwanya bijak
Manajemen kantor rileks tak sontak
Karyawan bekerja merdeka tak sumpak
Usaha bangkit semuanya kompak

10
Syair kutulis untuk pembaca
Sekedar hiburan bagi pemirsa
Mencari sahabat silahkan berkaca
Agar terbina hidup sentosa

11
Ya Allah Aku terkejut
Aku diajak ke tanah Ibnu Suud
Tunaikan Haji rukun dimaksud
Hati gembira hati tak luput

12
Begitu cepat hari bertukar
Tanggal berangkat turut berputar
Semakin dekat jiwa bergetar
Pingin ke Ka’bah hati tak sabar

13
Ya Allah yang maha God Bless
Aku berangkat semua beres
Biaya mahal bia ONH ples
Aku terharu air mata menetes

14
Garuda terbang membawa kami
Jakarta-Jeddah mengedar bumi
Melintas lautan seolah permadani
Hingga pegunungan tak terlihat lagi

15
Tanah India lewat melintas
Sri Langka, Kolombia juga sepintas
Bombay, Bangladesh terlihat jelas
Jalur ditempuh aman dan tuntas

16,17,18,19, dan 20 cari di FB AL Hikam Utara Sulawesi

21
Adam dan Hawa pertama manusia
Awal kejadian beda usia
Lahirkan keturunan Amerika Rusia
Cina Korea Jepang Malaysia

22
Arab, Turki, Iraq dan Iran
Filipina, Tailand juga Pakistan
Sri Langka, India dan Afganistan
Australia, Denmark, Inggris dan Uzbekistan

23
Maroko, Abu Dabi dan Tunisia
Chili, Yunani dan Indonesia
Mongol, Madagaskar juga Andalusia
Turunan Adam tersebar manusia

24
Tak terkecuali semua suku
Kultur budaya dan prilaku
Bahasa dan bangsa bebas dan kaku
Semua sumbernya Adam yang satu

25
Aku berhaji syair teruskan
Kisah yang panjang aku ringkaskan
Sekedar mengenang agar tak riskan
Bagi pembaca tolong resapkan

26
Jeddah tempat miqat makaan
Gunakan ihram putih dipermukaan
Pakaian polos lambang keikhslasan
Inilah pratanda isyarat kematian

27
Inilah umrah menuju Ka’bah
Harus lakukan modalkan tabah
Mulut ditahan jangan gegabah
Mata melirik ketat dijaga

28
Pakaian ihram adalah nasihat
Bagi yang sadar tak kan maksiat
Banyak pelajaran mengandung wasiat
Perbaiki langkah menuju akhirat

29
Aku dan Akil tidur sekamar
Hotel Hilton megah tergambar
Dekat masjid, Ka’bah terhampar
Indahnya ibadah hati berdebar

30
Dalam kamar kami beruntung
Dapatkan teman berasal Bandung
Hati gembira gaul tak canggung
Syukur ya Tuhan Engkau yang Agung

31
Teman yang satu berusia tua
Perawakan sedang umur tujuh tiga
Usia senja bersimbol duda
Pingin menikah inginkan janda

32
Tawaf dan Sa’i rukun umrah
Teman yang tua dikursi roda
Tak kuat berjalan safa marwah
Heranlah kami kok pingin menikah




33
Pak Damirin dimaksud sya’ir
Duda cerdas senyum mengalir
Dambakan wanita ayu dan mahir
Walau janda asalkan tajir

34
Tawaf dan sa’i sudah lewati
Butuh bantuan roda pedati
Tak sanggup jalan lemahlah kaki
Agar sempurna umrah dan haji

35
Kursi roda alternatif utama
Bagi yang tak mampu berjalan lama
Sa’i dan tawaf rukun kelima
Demi berhaji tujuan sempurna

36
Usia lanjut bukan penghalang
Bagi lelaki tengah membujang
Ingin menikah jangan dihalang
Butuh dikasih juga disayang

37
Pak Damirin nama dimaksud
Pensiunan pegawai usia lanjut
Perawakan sedang mulai keriput
Rindukan janda di Cibaduyut

38
Dalam usia semakin senja
Tepatnya umur di tujuh tiga
Terkesan tempramen suka dimanja
Itulah sebabnya ingin menikah

39
Duhai bapak jangan takabbur
Kasihan diri koreksi umur
Gigi rontok mulailah gugur
Persiapkan diri bekal ke kubur

40
Seorang pemuda tampan berakhlak
Pendidikan Al Azhar pilihan mutlak
Menuntun Pak Damirin di atas gerobak
Dialah Faiz nama yang bijak

41
Faiz bermakna adalah kemenangan
Pemuda Indonesia diperantauan
Lahir di Makkah negeri kerajaan
Budinya baik bijak dan sopan




42
Faiz berbakti mendorong kursi
Pak Damirin penumpang inti
Kanan kiri jalan tak henti
Sabar dan tabah sungguh terbukti

43
Asal Madura konon berita
Faiz dimaksud asal cerita
Menetap di Makkah adalah fakta
Semoga syurga yang jadi nyata

44
Pemuda shaleh terlihat jelas
Berpendidikan rajin juga cerdas
Khatamkan Qur’an di usia tiga belas
Pakaian sabar lahirkan ikhlas

45
Kelahiran Jeddah modalkan tabah
Lanjutkan studi di negeri Ka’bah
Hafidz Al Qur’an taat ibadah
Semakin kokoh iman di dada

46
Faiz lanjutkan kuliah di Mesir
Pelajaran bertambah fiqih dan tafsir
Filsafat dan sastra sasaran akhir
Selamat berjuang wahai penyair


47
Kami do’akan dirimu kuat
Dalam menuntut ilmu filsafat
Railah sukses capai derajat
Semoga Nabi memberi syafa’at

48
Kita akhiri berita Damirin
Sang kakek tua yang ingin kawin
Sekedar kisah rileks dan bermain
Agar tak tegang pikiran lain

49
Faiz pemuda berita dipending
Pula Damirin kisah diending
Mari temui sahabat penting
Hari Prianda yang kuat insting

50
Kami sekamar jumlahnya empat
Setiap figur memiliki sifat
Kami yang tiga normal tercatat
Tapi mas Hari jarang di dapat



51
Nama yang komplit Hari Prianda
Pria gempal suka bercanda
Mudah terpancing mudah tergoda
Hancur luluh iman di dada

52
Hari Prianda datang ke Madinah
Maksud ziarah ibadah sempurna
Ke makam Nabi contoh berguna
Agar menjadi suami paripurna

53
Terkesan isyarat terlihat jelas
Mas Hari rindu tampak wis was
Pikir pekerjaan yang belum tuntas
Apalagi sang istri yang lagi cemas

54
Tangisan istri cukup mengusik
Di hati suami yang lagi manasik
Ibarat ke Garut butuh ke Tasik
Hatipun risau tak mungkin asyik

55
Walau mas Hari terkadang bingung
Mengenang istri yang lagi di Bandung
Kami bercanda terus berlangsung
Damaikan hati hilangkan linglung

56
Kontak Istri berulang kali
Dalam semalam maupun hari
Pratanda rindu ketemu istri
Alamat tak tahan nafsu birahi

57
Walaupun berjalan tak bisa cepat
Untuk ibadah rajin dan giat
Hari Prianda sudah tersirat
Haji dan Umrah tujuan niat

58
Perawakan tinggi badan berisi
Mantan binaraga body bergizi
Perut membesar akibat nasi
Pakaian longgar jarang berdasi

59
Pengusaha lokal andalan keluarga
Rumah tangga kecil jumlahnya tiga
Suami istri dan si sulung juga
Semoga sakinah hingga mawaddah




60
Coba renungkan ayyuhal insan
Makna miqat jadi pelajaran
Catatan Mas Hari kita urungkan
Agar bisa disimak beberapa sajian

61
Mari kita fokus pada hal inti
Mencari makna dibalik haji
Cerita kawan di atas jadikan arti
Pelajari saja syair yang tersaji

62
Jika kita akan berhaji
Pelajari dulu makna hakiki
Banyak tersirat arti esensi
Sungguh nikmat terasa di hati

63
Arti miqat adalah tempat
Untuk bersumpah letakkan niat
Pakaian jasmani rontok sesaat
Lahirlah baiat hancur maksiat

64
Pakaian ihram telah di badan
Melingkar ketat di permukaan
Perhatikanlah ayyuhal insan
Persiapan berangkat menuju kematian

65
Tiga panggilan selalu terulang
Suara azan isyarat sembahyang
Pratanda kita dipanggil pulang
Undangan Tuhan bukan sembarang

66
Undangan Allah tiga isyarat
Yang pertama sembahyang tangan dilipat
Yang kedua haji peristiwa miqat
Yang ketiga mati prihal liang lahat

67
Shalat itu mati syari’at
Perhatikan tangan waktu terlipat
Ini artinya fisik tak kuat
Hanyalah ruh gerakan niat

68
Dalam shalat jasad telah mati
Jumpai Allah urusan hati
Jasad tertinggal tak turut pergi
Hanya ruh menghadap Ilahi




69
Wajah tampan bukan andalan
Pangkat tinggi dan kedudukan
Semua tak penting dihadirat Tuhan
Apatah lagi soal kekayaan

70
Duhai ummat yang tersebar luas
Perhatikan akhiratmu janganlah buas
Terutama bagi pejabat teras
Gunakan jabatan yang tanpa batas

71
Undangan shalat melalui azan
Yakni panggilan jumpai Tuhan
Gairahkan hatimu wahai kawan
Dalam takbirmu saling tatapan

72
Tiada jalan menemukan Ilahi
Selain pintunya haruslah mati
Muutu qabla anta muut itulah pasti
Dalam shalat jelas terbukti

73
Haji itu mati tarikat
Utamanya kita waktu di Miqat
Sumpah dan janji ihram dilipat
Hancurkan maksiat itulah baiat

74
Setelah ihram terbalut rapi
Sadarlah kita seolah mati
Teringat kafan yang serba putih
Menemui Allah Ilahi Rabbi

75
Dari Miqat menuju Ka’bah
Perjalanan ruh sungguh wibawa
Tanggalkan jasad jangan dibawa
Resaplah ikhwan inilah fatwa

76
Jasad kasar maksud catatan
Simbol negatif dalam perbuatan
Takabbur, angkuh, ria’ kelakuan
Tajassus, ananiyah semua tinggalkan

77
Semua itu penyakit hati
Tak boleh ikut ketika berhaji
Biarkan ruh pergi sendiri
Menghadap sumber ruh Ilahi Rabbi




78
Ruh berangkat perlu dikawal
Kalimat talbiah modalnya awal
Sahutan disambut rindunya modal
Itulah haji perbaiki mental

79
Berhaji itu maksud berkunjung
Baitul Atiq, Ka’bah dijunjung
Sanak family jangan dirundung
Tinggalkan semua di tanah kampung

80
Haji mabrur wajib disandang
Bukti tujuan kita diundang
Syarat mutlaknya tolong dipegang
Fahami esensinya dan cara pandang

81
Tawaf di Ka’bah jalan berputar
Simbol planet semuat beredar
Ke satu titik surya memancar
Berjalanlah kita modalkan sabar

82
Tujuh putaran bergerak terus
Insan tenggelam terbawa arus
Simbolnya kita tunduk sejurus
Menemui Rabbi Malikul Qudus

83
Seolah planet pada tata surya
Rotasi berproses benda angkasa
Sembilan planet bumi antariksa
Ketitik matahari semua nyata

84
Diri manusia bagai laboratorium
Alam mikrokosmos ukuran minimum
Tersusun rapi jelas tercantum
Mari teliti duhai ahli nujum

85
Ka’bah dipandang dengan tatapan
Tergetar hati seolah topan
Tersirat arti segala harapan
Terhimpun makna sumber ampunan

86
Empat sudut bangunan berdiri
Tegak kokoh wibawa sendiri
Rukun aswad lambang terpatri
Magnit terasa duhai lestari




87
Perhatikanlah duhai dhuyufurahman
Perihal Ka’bah bangunan Tuhan
Berbagai sudut hingga halaman
Pastikan ilmu kita dapatkan

88
Hajar aswad sudut pertama
Menyimpan rahasia sungguh utama
Sang batu hitam seolah percuma
Padahal tersimpan zat ternama

89
Hajar aswad asal syurgawi
Bersimbol pipi wajah Ilahi
Siapapun yang tawaf sudahlah pasti
Pingin mencium batu yang suci

90
Walau mencium hukum tak prinsip
Namun mutawif bergerak agresif
Tak peduli diri walau terjepit
Demi meraih sumbernya magnit

91
Dalam mencium hajar aswad
Rasakan damai beberapa saat
Terkesan bumi diam di tempat
Itulah batu hitam menyimpan mu’jizat

92
Aku bersyukur kepada Ilahi
Layangkan pujian tiada henti
Walau tak layak aku mengabdi
Namun keyakinan pasti terbukti

93
Jika kita kunjungi Ka’bah
Maqam Ibrahim jangan dilupa
Dialah figur pengundang kita
Datang berhaji di bulan Zulhijjah

94
Tugu berkaca terlihat jelas
Bentuk bangunan indah sekilas
Terpampang dua kaki figur yang cerdas
Itulah Ibrahim Nabi yang ikhlas


Oleh : Habib Muhsin Bilfagih

1 komentar

NirZa mengatakan...

Jadi k'ingat syairx kakek. ~_____~