Langsung ke konten utama

Usai Hina Islam, Koran Denmark Minta Maaf

Usai Hina Islam, Koran Denmark Minta Maaf
Sabtu, 27 Februari 2010 11:12
Kopenhagen, NU Online
Surat kabar Denmark Politiken meminta maaf karena telah menyinggung umat Islam ketika koran itu mencetak ulang kartun Nabi Muhammad dengan sorban berbentuk bom pada tahun 2008. Hari Jumat, koran Politiken "menyesalkan" bahwa umat Islam tersinggung oleh cetak ulang itu. Harian itu tidak meminta maaf atas keputusan untuk mencetak ulang, hanya meminta maaf atas akibat dari cetak ulang itu.

Dalam permintaan maafnya, koran itu menegaskan tidak melepaskan haknya untuk menerbitkan gambar-gambar yang kontroversial. Politiken adalah surat kabar pertama Denmark yang secara resmi meminta maaf kepada mereka yang tersinggung oleh kartun itu.

Seorang pengacara Arab Saudi, mewakili delapan kelompok Muslim di Timur Tengah dan Australia telah menuntut permintaan maaf dari 11 surat kabar Denmark yang mencetak ulang kartun itu tahun 2008. Koran-koran itu mencetak ulang kartun itu setelah tiga orang ditangkap karena berkomplot untuk membunuh kartunis tersebut.

Media Denmark sebelumnya bersatu menolak seruan meminta maaf atas penerbitan 12 kartun Nabi Muhammad yang menyulut protes keras empat tahun lalu. Pemimpin redaksi Jyllands-Posten, yang pertama kali mencetak kartun itu, telah mengecam permintaan maaf Politiken. (ful)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hakikat Taqwa Menurut Sayyidina Ali

Sayyidina Ali Karromallahu wajhah menerangkan bahwa sejatinya taqwa tidaklah sekedar istitsalul awamir waj tinabun nawahi, tetapi taqwa itu adalah:  الخو ف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والإستعداد ليوم الرحيل takut kepada Allah yang bersifat Jalal, dan beramal dengan dasar al-Qur’an (at-tanzil) dan menerima (qona’ah) terhadap yang sedikit, dan bersiap-siap menghadapi hari perlihan (hari akhir) .   إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. ق

AD/ART LKSA AL HIKAM

Berikut kami lampirkan AD/ART LKSA Al Hikam. Yang disusun oleh Pengurus Pusat Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia. Akta Notaris : Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia SK. Menteri Kehakiman RI. Nomor: C – 135, HT. 03. 01. Th. 1996, oleh Bpk. Muchlis Tabrani, SH Jaga 2 Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Telp: 085336165557 Website : www.alhikam-indonesia.blogspot.com ANGGARAN DASAR LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) AL HIKAM MINAHASA TENGGARA BAB I NAMA, WAKTU, TEMPAT DAN IDENTITAS Pasal 1 (Satu) NAMA Nama Lembaga ini adalah bernama Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al Hikam disingkat LKSA Al Hikam Pasal 2 (Dua) WAKTU Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Hikam di dirikan pada tanggal 06 Juli 2011 di Minahasa Tenggara Pasal 3 (Tiga) TEMPAT Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Hikam ini bertempat di Jaga 2 Desa Tumbak Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara Propinsi Sulawesi Utara Negara Republik Indonesia Pasal 4 (Empat) Lembaga Kesejahteraan S

HABIB MUCHSIN BILFAGIH

BERGERAK DI SEMUA LINI (Sebuah Otobiografi) Oleh : Amrain Razak Habib Muchsin Bilfagih, dilahirkan di Bitung, Sulawesi Utara pada tanggal 6 juli 1960. Menghabiskan masa kecilnya di desa Tumbak, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa (sekarang Mitra). Dengan banyak mengekspresikan bakat olah raganya, khusus di dunia sepakbola. Sejak SMP (SMP Kristen Tatengesan) H. Muchsin Bilfagih yang akrab di panggil dengan nama kecilnya “Acen”, telah dikenal sebagai striker handal, yang sangat diandalkan oleh timnya, baik dalam pertandingan antar SMP se Kabupaten maupun pada turnamen-turnamen di luar sekolah. Dalam periode 1977 sampai 1980 kedua orang tuanya hijrah ke Denpasar, Bali. Kemudian untuk menyalurkan bakat olah raga ke jenjang yang lebih baik maka Muchsin melanjutkan studinya pada Sekolah Menengah Olah Raga Atas (SMOA) di Denpasar. Dari hasil polesan SMOA inilah dirinya melejit naik meraih berbagai prestasi yang menyebabkan PEMDA Denpasar merekrut sekaligus memasukkan daftar nama Muchsi