Header Ads

HABIB MUCHSIN BILFAGIH


BERGERAK DI SEMUA LINI
(Sebuah Otobiografi)

Oleh : Amrain Razak

Habib Muchsin Bilfagih, dilahirkan di Bitung, Sulawesi Utara pada tanggal 6 juli 1960. Menghabiskan masa kecilnya di desa Tumbak, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa (sekarang Mitra). Dengan banyak mengekspresikan bakat olah raganya, khusus di dunia sepakbola. Sejak SMP (SMP Kristen Tatengesan) H. Muchsin Bilfagih yang akrab di panggil dengan nama kecilnya “Acen”, telah dikenal sebagai striker handal, yang sangat diandalkan oleh timnya, baik dalam pertandingan antar SMP se Kabupaten maupun pada turnamen-turnamen di luar sekolah.



Dalam periode 1977 sampai 1980 kedua orang tuanya hijrah ke Denpasar, Bali. Kemudian untuk menyalurkan bakat olah raga ke jenjang yang lebih baik maka Muchsin melanjutkan studinya pada Sekolah Menengah Olah Raga Atas (SMOA) di Denpasar. Dari hasil polesan SMOA inilah dirinya melejit naik meraih berbagai prestasi yang menyebabkan PEMDA Denpasar merekrut sekaligus memasukkan daftar nama Muchsin Bilfagih untuk bergabung bersama klub sepak bola PERSEDEN Junior.
Perkenalan dengan pemain-pemain PSSI seperti Iswadi Idris (Kapten PSSI), Rony Paslah (Kiper PSSI), Rony Patinasarani (Stoper PSSI), Oyong Liza (Gelandang menyerang PSSI), Andi Lala (kiri luar PSSI), Anjas Asmara (kanan dalam PSSI), Djunaidi Abdillah (Gelandang menyerang PSSI), Ruly Nere (gelandang menyerang PSSI), dan Nobon (bek kanan), semua ini telah menjadikan spirit dan motifasi bagi dirinya untuk memoles bakat dan tetap konsisten di dunia sepak bola.
Oleh karena padatnya jadwal kompetisi sepak bola yang dilakoni, telah menyebabkan tertundanya lanjutan studinya, sehingga pria lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Sukabumi ini baru bisa diselesaikan pada periode 1995-1996. Habib Muchsin Bilfagih adalah putra ke 8 dari 10 bersaudara dari pasangan S. Abdullah Bilfagih dan Maryam Bachdlar. Ayahnya tercatat sebagai penganut agama yang sangat taat (ulama dizamannya). Begitupula kakeknya, Syekh Abd. Samad Bachdlar, ayah dari ibunya, merupakan ketua Mahkamah Syar’iyah Sulawesi Utara (sekarang MUI) yang banyak menulis Syair, salah satunya Syair Wasiat Ayah sebuah karya sastra penyejuk jiwa, juga tercatat sebagai penasehat Gubernur Sulawesi Utara H. V. Worang.
Tidak banyak yang tahu, dalam perjalanan karirnya, Muchsin Bilfagih sempat bergabung dengan tim Indonesia Muda Manado (periode Hasyim Bachdlar). Ia menjadi pemain kesayangan sang pelatih saat itu. Acen (sapaan akrabnya) selalu mendapat pujian oleh rekan setimnya. Dari hasil penelusuran My Soccer, Habib selalu menjadi penentu dalam setiap petandingan. Lari yang lincah, kidal yang keras serta kepiawaian dalam mengolah si kulit bundar menjadi modal utama disetiap pertandingan.
“Kalau bola udah di kaki Acen, pasti lawan sulit merebutnya. Terkadang lawan tertipu untuk merebut bola darinya. Selain itu, setiap pertandingan, kalah maupun menang, Acen selalu mencetak gol. Ini tanda bahwa ia sangat berbakat dalam dunia sepak bola” ungkap Arifin Muhammad (Appe) salah satu rekan setimnya saat di Minahasa Tenggara, kini berdomisili di Tanawangko.
Dengan berbagai pengalaman seperti yang telah disebutkan di atas, ketika hijrah ke Kalimantan (1988-2005), Habib tercatat sebagai pengurus PUSAM, Putra Samarinda (salah satu klub besar sepak bola di Kaltim) dan juga pengurus klub sepak bola di Tarakan yakni PSTK. Pemikiran serta analisa tentang permainan sepak bola yang beliau kuasai ternyata juga telah mengantarkan ia menjadi penasihat spritual bagi managemen Persema (Malang). Betapa tidak, selain pemain bola, Habib juga dikenal sangat taat dalam beragama. Ia menguasai disiplin ilmu agama (Islam: Tasawwuf, Tauhid dan Kalam).
Selama berdomisili Sulawesi Utara dan Kalimantan, tepatnya di kota Tarakan, di samping memiliki pengalaman di dunia sepak bola, habib ternyata memiliki berbagai prestasi di sektor lain. Diantaranya;
Pernah menjadi pengambil kebijakan pada beberapa perusahaan, antara lain sebagai berkut;

1. Salesmen UD TRI MURNI, Manado, Sanger dan Luwuk
2. Manajer PT. MEX Barlian Dirgantara (EMKL EMKU) Samarinda
3. Direktur CV. Index Abadi (EMKL EMKU) Tarakan
4. Manajer PT. Etam Gembira (agen pertamina) Tarakan
5. Wakil direktur PT. Fortuna Cipta Sejahtera (Kalimantan Tengah)
6. Komisaris PT. Kunci Rizki Abadi (perkebunan Sawit) Kalimantan Tengah)

Disamping itu, Habib pernah meraih prestasi pada karier politik, baik di Sulawesi Utara hingga di Kalimantan Timur, antara lain sebagai berikut;

1. Tim Pengkaji (penasehat ahi) Bupati Minahasa Tenggara (MITRA) hingga sekarang.
2. Ketua umum DPC PKB Tarakan (2 periode)
3. Anggota DPRD Kota Tarakan (satu setengah periode) menjabat sebagai ketua komisi A

Sedangkan khusus dibidang sosial keagamaan, dirinya pernah diangkat menjadi:

1. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan bidang Hubungan Antar Umat Beragama.
2. Wakil Rais Surya Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tarakan

Dalam memoles dan mengembangkan potensi diri sekaligus melanjutkan cita-cita leluhur yang telah menurunkan bakat sebagai turunan pendidik. Habib yang berguru secara halaqah (privat) kepada tiga figur sentral, yakni Syekh Abd. Samad Bachdlar (kakeknya), S. Abdullah Bilfagih (ayahnya) dan Ustadz Siddiq Baba (mertuanya) menjadikan dirinya ikut berperan dalam dunia pendidikan, diantaranya, sebagai:

1. Guru pengajar di Madrasah Aliyah Al-khairat (Tarakan)
2. Pengasuh Yayasan Al-faqih (Tarakan)
3. Pengasuh di 30 cabang majelis ta’lim dalam negeri maupun luar negeri (Malaysia, Brunai, dan Singapura). Setiap 6 bulan sekali Habib rutin berangkat ke Malaysia dan Brunai untuk mengisi dakwah sekaligus mengembangkan majelis di sana.
“Dari dulu, semenjak usia muda, saya sudah melihat potensi-potensi yang dimiliki Acen. Di sekolah (SMP Krsten Tatengesan. Red) ia murid yang cerdas, di sayangi guru dan teman-temannya yang notabene beragama Nasrani. Di lapangan hijau dia lincah dan mengagumkan. Di masjid dia tidak absen bahkan menjadi guru bagi teman-temanya. Pandai bergaul dengan orang disekitarnya baik yang seusianya bahkan yang lebih tua sekalipun. Berperan aktif dalam dunia pemerintahan. Itulah akhirnya, yang membuat saya menyarankan Acen untuk berkiprah di kota-kota besar. Agar lebih mengasa potensi tersebut. Saya selaku orang tua di kampung kecil ini (Tumbak. Red), merasa bangga atas Acen yang memiliki bakat di segala lini, khususnya bermain bola” ungkap Bapak Kamal Uma Ternate, salah seorang pamanda Habib, yang kini berdomisili di Tumbak, Minahasa Tenggara.
Kini, bersama seluruh keluarganya, habib telah berdomisili di Sulawesi Utara. Ia masih menjadi penasehat di beberapa perusahaan di Jakarta sekaligus masih mengasuh majelis ta’lim baik di dalam maupun luar negeri, termasuk majelis ta’lim Daar Al-Hikam Manado. Ia juga aktif menulis artikel lepas yang selalu dimuat beberapa media, baik di Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara.
Berangkat dari pengalaman dan disiplin ilmu diberbagai bidang yang disandang oleh H. Muchsin (Acen), khusus di bidang olahraga dan sosial keagamaan, tabloid My Soccer meminta beliau ikut berpartisipasi sebagai penulis tetap pada rubrik Spritual Soccer. Hal ini menjadi penting bagi masyarakat pecinta bola, khusus yang ada di Sulawesi Utara, dalam rangka memberikan tambahan wawasan dan referensi pada momentum Piala Dunia FIFA 2010 mendatang. Sepanjang pengamatan My Soccer, tulisan-tulisan Habib cukup banyak diminati oleh setiap simpatisan dan penggemar sepak bola di berbagai daerah. (**)

Biodata:

Nama : Habib Muchsin Bilfagih, S. Ag, S. Pd
TTL : Bitung, 6 Juli 1960
Alamat : Jl. Cendrawasih Lingkungan 2, Kelurahan Malendeng
Perkamil Kecamatan Tikala Manado

Jenjang pendidikan :
- SDN Tumbak tahun 1972
- SMP Kristen Tatengesan Minahasa (1974) kemudian pindah ke SMP Muhammadiyah Singaraja Bali (1975).
- SMOA Negeri Denpasar Bali (1979)
- Institute Ilmu Agama Islam (IAIN) Sukabumi (1996)

Pengalaman organisasi:
- Ketua Ikatan Remaja Masjid Desa Tumbak
- Ketua AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Kecamatan Belang
- Sekretaris Desa Tumbak (4 tahun)
- Pejabat Kepala Desa Tumbak (1 tahun)
- Ketua DPC PKB Kota Tarakan
- Anggota DPRD Kota Tarakan (ketua Komisi A)
- Wakil Rais Surya Nahdlatul Ulama (NU) kota tarakan
- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota tarakan
- Pengasuh Majelis Ta’lim Daar al-Hikam Pusat Sulawesi Utara
- Tim Pengkaji Renstra (rencana strategi) Kabupaten MinahasaTenggara (MITRA)
- Pembina Ikatan Pedagang Mandiri Manado (IPMM)


3 komentar

BUNTU mengatakan...

Semoga Allah Memanjangkan Usia Ayahanda...

Anonim mengatakan...

Maafkan jika saya tidak bisa melakukan yang terbaik ya Habib...

Anonim mengatakan...

semoga Habib lekas sehat