SELAMAT DATANG DI BLOG-SITE YAYASAN AL HIKAM CINTA INDONESIA - BERIKAN DONASI ANDA UNTUK KEGIATAN SOSIAL MELALUI KAMI. TRANSFER KE BANK SYARIAH MANDIRI 709 083 7685 A/N YAYASAN AL HIKAM CINTA INDONESIA
Recent Post

Tumbak 5 Tahun Ke Depan

Potensi wisata yang luar biasa yang dimiliki Desa Tumbak seharusnya bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat sekitar.
Sektor pariwisata bisa menjadi sektor penopang pemasukan desa PAD di bidang non migas. Di era yang semakin maju,  semakin  banyak cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di suatu daerah. Masing-masing daerah memiliki kekhasan atau penonjolan karakteristik alam maupun sosio kultural dan aspek lainnya. Desa Tumbak memiliki segudang potensi yang bisa diangkat menjadi komoditas dan dipoles dengan manajemen strategi yang tepat untuk menjadi desa wisata. Berikut langkah-langkah strategis untuk mengembangkan potensi desa Tbk menjadi desa wisata :

Identifikasi potensi desa Tumbak melalui rembug bersama seluruh komponen desa dari semua kalangan.
Potensi yang bisa menjadi komoditas bisa bermacam-macam dari segala aspek.

Bisa keindahan alam, hasil bumi, kekayaan flora fauna/hayati, sosio kultural, masyarakat, tradisi atau hal-hal yang bersifat khas/unik yang tak dimiliki desa lain. Pastikan potensi unggulan yang akan dijadikan komoditas utama
Identifikasi permasalahan yang bisa jadi penghambat bagi pengembangan potensi wisata desa, mulai dari yang bersifat fisik, non fisik atau sosial, internal dan eksternal. Atau bisa saja permasalahan tersebut jika diolah dengan cara tertentu justru permasalahan itu bisa menjadi potensi.
Perlunya komitmen yang kuat dari seluruh komponen masyarakat desa Tumbak untuk menyamakan pendapat, persepsi dan mengangkat potensi desa guna dijadikan desa wisata. Komitmen ini yang menjadi dukungan terkuat bagi terwujudnya dan keberlangsungan desa wisata.

Identifikasi dampak baik dampak positif maupun negatif dari sebuah kegiatan wisata sesuai kekhasan masing-masing desa. Masing-masing desa memiliki karakteristik sendiri akan menghasilkan dampak yang juga berbeda satu sama lain terutama perubahan-perubahan sosial kultural.
Komitmen yang kuat dari seluruh komponen desa, stick holder untuk menggandeng Pemerintah Daerah dan jika perlu menggandeng pihak swasta.
Pikirkan dan identifikasi juga dampak jika bekerja sama dengan pihak swasta. Termasuk di sini untuk penganggaran guna pembangunan desa wisata dengan menggunakan seluruh sumber daya ekonomi yang ada.
Menyiapkan segala perangkat-perangkat aturan/regulasi norma yang lebih bertujuan untuk mengawal pengembangan desa wisata dan mengawasi potensi-potensi penyimpangan yang mungkin saja bisa terjadi.

Regulasi disiapkan agar berjalannya aktivitas wisata beserta dampaknya tetap berada dalam koridor regulasi sebagai payung hukumnya.
Melakukan pelatihan-pelatihan bagi seluruh komponen masyarakat desa Tumbak, termasuk pemerintah desa tentang manajemen pariwisata, bagaimana mengelola tempat wisata, manajemen tamu/pengunjung, beserta inovasi-inovasi yang perlu dikembangkan mengingat sebagaimana sektor lainnya, sektor pariwisata pun mengalami fluktuasi dan bisa mengalami “kejenuhan”.
Gunakan segala media untuk memperkenalkan dan mempublikasikan potensi wisata di desa baik media konvensional maupun non konvensional, seperti media internet. Internet kini menjadi sarana publikasi yang sangat efektif yang bisa menjangkau seluruh belahan bumi.

 Tempat wisata yang lokasinya terpencil pun bisa diketahui oleh orang di belahan dunia lain pun berkat teknologi internet
Belajar pada kesuksesan desa wisata lain atau studi banding. Kita bisa belajar banyak pada keberhasilan desa wisata lain khususnya yang sejenis. Karena tipikal permasalahan dan tantangan masa depan yang bakal dihadapi kurang lebih sama.
Hanya dengan manajemen profesional dan inovatif saja desa wisata akan eksis dan kompetitif dan dapat melalui ujian yang bersifat internal, eksternal maupun regional internasional.

Identifikasi Potensi Desa.
Setiap desa memiliki potensi untuk dijadikan komoditas wisata unggulan. Keindahan dan keunikan alam akan menjadi wisata alam. Jika desa tersebut memiliki keunikan tradisi dan budayanya bisa menjadi destinasi wisata budaya.
Saya menawarkan pada pemerintah Daerah Kabupaten
Minahasa Tenggara, bahwa dalam
rangka mempercepat terciptanya
iklim kondusiv, khusus pada sektor
Wisata, kita membutuhkan ada
pihak ke tiga sebagai investor yang
ikut berperan mempercepat roda
putaran dan siklus perubahan di
daerah kita, terutama di kawasan
desa2 parliwisata.
Sistem BOT {Boulding Opration-
Transfer} ini salah satu pola mudah
dan praktis untuk segera di wijud
kan.

Nah dengan demikian, desa wisata
akan semakin berkembang maju
dan berbudaya....

Demikian iming2 saya semoga
terwujud.

H.Muhsin Bilfaqih, M. Ed
Pendiri Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia

{[['']]}

Hari Ini Terakhir Ujian Mid SMA Al Hikam



SMA Al Hikam gelar ujian tengah semester T.A 2016-2017
{[['']]}

Kunjungi SMA Al Hikam, Alumni INGAGE Disuguhi Teater


Sabtu (22/10), komunitas Pemuda Lintas Agama (PELITA) Sulawesi Utara mengunjungi SMA Al Hikam Tumbak. Agenda tersebut merupakan follow up dari kegiatan Interfaith New Generation and Initiative Ingagement (INGAGE) beberapa waktu lalu di Kota Manado. Forum yang dikelola oleh kaum muda beragam latar belakang ini disambut oleh siswa-siswi SMA Al Hikam dengan menggelar malam refleksi.

Rangkaian acara malam refleksi tersebut menampilkan pentas seni budaya serta diskusi keragaman. Aksi teaterikal, pembacaan puisi, dan atraksi yang dilakoni oleh siswa-siswi SMA Al Hikam membuat pagelaran tersebut menjadi meriah dan penuh dedikasi. Dalam sambutannya, Taufik Bilfagih (Ketua Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia) menyatakan apresiasinya atas kehadiran alumni INGAGE dari Manado dan sekitarnya. "Suatu kebanggan bagi SMA Al Hikam atas kunjungan komunitas PELITA Sulawesi Utara, Semoga pelajar disini dapat belajar dari Anda semua." Ujar Taufik.
Sementara itu, Asri Rasyid (Pimpinan Rombongan) menyampaikan beberapa gagasan terbentuknya forum PELITA. "Kami mengunjungi SMA Al Hikam Tumbak sebagai bagian dari program kampanye sosial. Yaitu, aksi advokasi untuk mengelola keragaman di Sulawesi Utara, khususnya di Desa ini. PELITA dilahirkan sebagai respon dari seringnya masalah-masalah perbedaan yang menjadi sumber konflik horisontal. Semoga Pelajar Al Hikam mau sejak dini belajar tentang pentingnya hidup rukun di tengah perbedaan" tangkasnya.

Acara malam tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat desa yang hadir menyaksikan. Sembari membakar api unggun, semua peserta ikut bernyanyi lagu-lagu perjuangan dan yel-yel perdamaian. Kegiatanpun berakhir dengan renungan yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia. (adm)

Lihat foto dokumentasi lainnya silahkan klik disini

{[['']]}

Dokumentasi Kegiatan Penerimaan Raport SMA Al Hikam


Pemberian PIN Juara Umum SMA Al Hikam Tumbak, diserahkan oleh Habib Muhsin Bilfagih kepada Futuha Assegaf pada penerimaan Raport Hasil Ujian Mid Semester I tahun ajaran 2016-2017




{[['']]}

Bupati Sumendap Resmikan SMA Al-Hikam Tumbak

Bupati Suumendap meresmikan SMA Al-Hikam Tumbak
Bupati Suumendap meresmikan SMA Al-Hikam Tumbak
PUSOMAEN, (manadotoday.co.id)- Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH, menghadiri acara Halal Bi Halal, sekaligus meresmikan SMA Al-Hikam di Desa Tumbak Raya, Kecamatan Pusomaen, Sabtu (16/7/2017).
Dalam sambutannya, Sumendap menegaskan masyarakat Tumbak bukan nomor dua lagi. Sebab pembangunan sudah menyeluruh dan merata.
‘’Jalan yang dulu belum diaspal dan berlubang, menyulitkan masyarakat untuk berinteraksi dengan desa tetangga, tapi sekarang sudah diaspal dan akses kini sudah lebih mudah,” tutur Sumendap.
Pembangunan khusus di Desa Tumbak Raya menjadi perhatian pemerintah, karena masyarakat Tumbak juga adalah bagian dari keseluruhan masyarakat Mitra yang tak dapat dipisahkan.
“Pastinya pemerintah juga akan mengatur dalam pembangunan, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat Tumbak bisa terjawab dan ini sangat penting saya sampaikan,” ujar Sumendap.
Di kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati agar kerukunan yang dijaga sejak dari dahulu dapat terjada dan terus dipelihara.
“Saya berkerinduan terus menyatukan masyarakat Mitra sehingga tak ada sekat antara agama ataupun golongan agama di daerah ini. Semua dipandang sama. Karena semua manusia sama umat ciptaan Tuhan,’’ tukasnya.
Selain menegaskan orang tua harus menyekolahkan anak agar kelak menjadi orang hebat, Sumendap berpesan agar masyarakat bekerja keras dan jangan malas-malasan.
“Kalau tidak mau susah, ya, harus kerja keras dan berusaha. Sebab hidup ini butuh perjuangan,” pesannya. (ten)


Reporter :  | 18 Jul, 2016 - 8:07 am WITA
{[['']]}

Wisuda PAUD dan TK Al Hikam

{[['']]}

Tahun Ini Madrasah Aliyah Al Hikam Tumbak Di Resmikan

Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia, tahun ini (2016), resmi mendirikan Madrasah Aliyah Al Hikam yang berada di Desa Tumbak Kec. Puomaen Kab. Minahasa Tenggara. Berikan dukungan dan doa Anda, serta turut dalam berpartisipasi bagi pengelolaannya.


Salurkan Donasi Anda Untuk Kebutuhan Operasional dan Honor Guru Kami

Rekening Bank Syariah Mandiri 
709 083 7685 
an YAYASAN AL HIKAM CINTA INDONESIA
{[['']]}

Catatan WA; Membumikan Sujud

Ikhwan Skalian !

Saya mencoba menerangkan tentang aktivitas Shalat. Aktivitas ritual ini memiliki hubungan simbolik dengan membaca Al qur'an atau membaca Juz. Dalam shalat, titik dalam tubuh digerakkan dalam rangka memperoleh suatu akomodasi, ditambah dengan bacaan (mantra) tertentu untuk menggetarkan jaringan sel-sel tubuh.  Sedangkan titik tertinggi dalam shalat adalah pada saat "sujud", yaitu terdapat 7 titik tumpuan, sebagai berikut:

1. Kepala
2. Tangan kanan
3. Tangan kiri
4. Lutut kanan
5. Lutut kiri
6. Kaki kanan
7. Kaki kiri.

Ikhwan.... 

Ke  7 titik tumpuan diatas adalah, anatomi tubuh yang tersentuh tanah ketika kita akan sujud dalam shalat. Angka 7 memiliki korelasi dengan sujud atau sajadah. Apabila angka 7 di korelasikan dengan bahasa, maka seperti Sab'a atau huruf  Sin - Ba - Ain.

Huruf Sin adalah huruf yang ke 12, huruf  Ba adalah huruf yang ke  2, huruf  Ain adalah huruf yang ke  18 (dalam hijaiyah). Jika dijumlah sama dengan 12 + 2 + 18 =  32, yakni surah yang ke 32. Adapun Surah ke 32 adalah  "As-Sajadah" yang berarti  sujud.

Perhatikan...!!

Surah As Sajadah adalah memiliki jumlah ayat 30 sama dengan jumlah juz. Oleh karena itu, secara filosofis dapat saya jelaskan bahwa, di dalam Ka'bah kemana saja kita menghadapkan shalat, terdapat beberapa titik penting.

Ketika kita sedang melakukan sujud dan menghadap Ka'bah dalam shalat, maka ada 16 titik yang dapat dijelaskan. Angka 16 sama dengan jumlah halaman pada setiap Juz. Dengan demikian pada saat kita membaca Juz, secara simbolik kita sedang melakukan sujud, yaitu:

Halaman:
1. Sisi kiri Ka'bah
2. Sisi belakang Ka'bah
3. Sisi kanan Ka'bah
4. Sisi atas Ka'bah
5. Sisi dasar Ka'bah
6. Sudut kanan Ka'bah
7. Kaki kiri Ka'bah (dalam sujud)
8. Kaki kanan ka'bah (dalam sujud)
9. Lutut kiri (dalam sujud)
10 Lutut kanan (sujud)
11.Tangan kiri (sujud)
12.Tangan kanan (sujud)
13.Kepala (dalam sujud)
14.Pintu ka'bah
15.Mimbar (batu hitam)sudut (surah ke 15, Al hijir atau batu)
16.Areal tanah disekeliling Ka'bah atau di sekeliling kita sendiri.

Jelaslah bahwa puncak shalat adalah "sujud", disamping terdapat 7 tumpuan tubuh kita diatas tanah, juga terdapat  16 makna simbol yang berkaitan dengan Ka'bah. Angka 7, apabila di larikan pada surat, maka surat yang ke 7 adalah Al-A'raf yang berarti "Puncak KeArifan" dan Spritualitas. 

Disinilah letak pentingnya shalat, salah satunya untuk meningkatkan kondisi spiritualitas manusia, sehingga tidak hanya sifat kbinatangan (Al-An'am) saja yang aktif dalam diri kita.

Demikian.

Hb. Muhsin Bilfagih
***

{[['']]}

Silahkan Klik Gambar Untuk Mendaftar Program Tabungan Bersama
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL HIKAM CINTA INDONESIA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger