24.10.16

Kunjungi SMA Al Hikam, Alumni INGAGE Disuguhi Teater


Sabtu (22/10), komunitas Pemuda Lintas Agama (PELITA) Sulawesi Utara mengunjungi SMA Al Hikam Tumbak. Agenda tersebut merupakan follow up dari kegiatan Interfaith New Generation and Initiative Ingagement (INGAGE) beberapa waktu lalu di Kota Manado. Forum yang dikelola oleh kaum muda beragam latar belakang ini disambut oleh siswa-siswi SMA Al Hikam dengan menggelar malam refleksi.

Rangkaian acara malam refleksi tersebut menampilkan pentas seni budaya serta diskusi keragaman. Aksi teaterikal, pembacaan puisi, dan atraksi yang dilakoni oleh siswa-siswi SMA Al Hikam membuat pagelaran tersebut menjadi meriah dan penuh dedikasi. Dalam sambutannya, Taufik Bilfagih (Ketua Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia) menyatakan apresiasinya atas kehadiran alumni INGAGE dari Manado dan sekitarnya. "Suatu kebanggan bagi SMA Al Hikam atas kunjungan komunitas PELITA Sulawesi Utara, Semoga pelajar disini dapat belajar dari Anda semua." Ujar Taufik.
Sementara itu, Asri Rasyid (Pimpinan Rombongan) menyampaikan beberapa gagasan terbentuknya forum PELITA. "Kami mengunjungi SMA Al Hikam Tumbak sebagai bagian dari program kampanye sosial. Yaitu, aksi advokasi untuk mengelola keragaman di Sulawesi Utara, khususnya di Desa ini. PELITA dilahirkan sebagai respon dari seringnya masalah-masalah perbedaan yang menjadi sumber konflik horisontal. Semoga Pelajar Al Hikam mau sejak dini belajar tentang pentingnya hidup rukun di tengah perbedaan" tangkasnya.

Acara malam tersebut diikuti dengan antusias oleh masyarakat desa yang hadir menyaksikan. Sembari membakar api unggun, semua peserta ikut bernyanyi lagu-lagu perjuangan dan yel-yel perdamaian. Kegiatanpun berakhir dengan renungan yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia. (adm)

Lihat foto dokumentasi lainnya silahkan klik disini

20.10.16

Menjadi Muslim Yang Tak Gampang Panic

Menjadi Muslim yang Tak Gampang Panik
Khutbah I
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ  أَمَرَنَا بِتَرْك الْمَنَاهِيْ وَفِعْلِ الطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dalam salah satu riwayat shahih diceritakan bahwa pada zaman Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam suatu hari seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Menyaksikan tingkah ganjil ini para sahabat pun menghardik si Badui.

Namun apa yang dilakukan Rasulullah saat itu? Beliau melarang para sahabatnya naik pitam, kemudian membiarkan orang Badui tersebut menuntaskan hajat kencingnya. Selanjutnya Nabi memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami.

Fa innamâ bu‘itstum muyassirîn wa lam tub’atsû mu‘assirîn. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan,” pesan Nabi.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Kisah ini hanyalah sepenggal bukti bertapa muliannya akhlak Rasulullah. Beliau menunjukkan sikap yang sangat elegan dan menampilkan pribadi tidak gampang panik. Rasulullah tentu tidak setuju ada air kencing di masjid karena itu merupakan najis yang merusak kesucian tempat ibadah. Namun, beliau juga tidak setuju bila sahabat-sahabatnya menghardik si Badui. Larangan tersebut menjadi bukti bahwa cara-cara emosional dan mudah menghakimi bukan solusi yang tepat.

Yang dilakukan Nabi adalah membiarkan si Badui yang terlanjur mengencingi salah satu sisi masjid,  menyucikan najis, lalu berbincang dan menasihati si Badui secara baik-baik. Klarifikasi atau tabayyun ketika menyaksikan perkara ganjil sangat penting karena tak semua yang tampak salah adalah benar-benar salah secara mutlak. Bisa jadi kesalahan itu merupakan hasil dari ketidaktahuan, ketidaksengajaan, atau kesalahpahaman.

Nabi seolah hendak mengajarkan para sahabat tentang sikap yang tenang, berpikiran jernih, dan mengajukan penyelesaian masalah secara realistis dan manusiawi. Respon yang tak tergesa-gesa dan tak emosional memberi kesempatan bagi seseorang untuk banyak memfokuskan diri pada solusi nyata dan lebih bermanfaat. Kita bisa bayangkan, seandainya si Badui tadi menerima amarah para sahabat. Mungkin saja ia akan sadar akan kekhilafannya, tapi kemungkinan untuk takut lebih besar. Nabi tak menghendaki ketakutan tersebut terjadi dan karenanya pendekatannya sangat halus dan cenderung permisif. Lagi pula, Badui memang jauh dari peradaban kota sehingga perilaku nyelenehnya pun bisa dimaklumi.

Menunda atau lebih tepatnya bersabar atas kemungkaran tak selalu berarti membiarkan—apalagi menyetujui—kemungkaran itu terjadi. Kadang, sikap itu perlu diambil untuk menarik kemaslahatan yang lebih besar. Di dalamnya ada keharusan “memanusiakan manusia” yang mesti dipikirkan, proses dakwah santun yang perlu ditekankan, dan lain-lain. Ini pula yang ditunjukkan para pendakwah Islam di bumi Nusantara ini sehingga menuai kesuksesan yang luar biasa. Wali Songo menampilkan sikap yang tidak mudah panik, tidak gampang memvonis kafir, atau sikap-sikap keras lainnya.

Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Betapa sering kita dalam kehidupan sehari-hari melakukan kepanikan-kepanikan yang tidak perlu. Kepanikan yang membuat kita tergesa-gesa mengambil keputusan—meskipun tidak tepat. Kepanikan yang melalaikan kita untuk tabayyun, serta yang menjadikan kita tidak objektif dan utuh dalam melihat persoalan. Gejala ini banyak kita lihat ketika media massa memberitakan peristiwa-peristiwa yang tampak menghebohkan.

Yang ironis adalah manakala kehebohan itu menumpulkan akal sehat kita. Dengan munculnya berita ada aliran keagamaan baru, misalnya, kita tiba-tiba saja gemar menghujat sana-sini, meskipun kabar yang diterima baru sepintas saja atau mungkin rumor. Kepanikkan menandakan kedangkalan cara pandang dan pengetahuan. Sebab, pengetahuan yang luas akan melihat persoalan tidak hitam-putih karena melibatkan berbagai sudut pandang. Seperti cerita si Badui di atas, peristiwa tak dilihat dari sisi “mengencingi masjid” belaka dan karenanya pasti sesat, melainkan juga penting mencermati latar belakang mengapa tingkah itu bisa terjadi: kadar pengetahuan si Badui, kondisi sosialnya sebagai masyarakat gurun, dan lain sebagainya.

Hujjatul Islam Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Gazali pernah berujar dalam karyanya,Tahâfutul Falâsifah:

ضَرَرُ الشَّرْعِ مِمَّنْ يَنْصُرُهُ لَا بِطَرِيْقِهِ أَكْـــثَرُ مِنْ ضَـرَرِهِ مِمَّنْ يَطْعَنُ فِيْـهِ

“Bahaya terhadap agama yang datang dari para pembelanya yang menggunakan cara-cara menyimpang lebih besar daripada bahaya yang datang dari para pencelanya yang memakai cara-cara yang benar.”

Statemen ini berpesan agar umat Islam menjadi pembela agama yang sesuai dengan jalur yang sudah digariskan. Sebab, pembela agama yang menyimpang lebih buruk dari para penghina yang menggunakan cara-cara yang benar. Jalur yang digariskan tersebut tentu saja sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, yakni mengedepankan akhlak, kejernihan pikiran, sabar, tidak gampang panik, dan sikap terpuji lainnya.

Kita semua tentu paham bahwa sebagai pengemban risalah suci, Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam banyak sekali melewati tantangan. Besarnya tanggung jawab yang dipikul menjadikan beliau harus menanggung besarnya cobaan yang mesti dihadapi. Oleh masyarakat musyrik kala itu, Rasulullah tak hanya sering dilempari kotoran unta atau dihujami batu, tapi juga pernah mengalami percobaan pembunuhan berkali-kali. Di tengah kondisi yang membahayakan nyawanya sendiri itu, Rasulullah justru kian teguh, kemuliaan akhlaknya semakin tampak dan memikat lebih banyak orang, tak terkecuali musuh-musuhnya.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ


Khutbah II


اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Alif Budi Luhur


Disadur dari NU Online ...

19.10.16

Dokumentasi Kegiatan Penerimaan Raport SMA Al Hikam


Pemberian PIN Juara Umum SMA Al Hikam Tumbak, diserahkan oleh Habib Muhsin Bilfagih kepada Futuha Assegaf pada penerimaan Raport Hasil Ujian Mid Semester I tahun ajaran 2016-2017




23.8.16

Ikuti Pawai Pembangunan, SMA Al Hikam Tumbak 5 Mobil


Dokumentasi SMA Al Hikam Tumbak mengikuti kegiatan pawai pembangunan Kabupaten Minahasa Tenggara, 18 Agustus 2016.

SMA Al Hikam Tumbak, Juara I Gerak Jalan

Pagelaran memperingati  HUT ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara mengadakan lomba Gerak Jalan tingkat SD, SMP dan SMA se Kecamatan. 

Pada perlombaan ini, SMA Al Hikam Tumbak, sebagai sekolah yang baru berdiri 4 bulan, keluar sebagai Juara I terbaik, mengalahkan tim-tim pasukan Gerak Jalan SMA Negeri I Pusomaen dan SMK Pusomaen. 

Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Sekolah yang dinahkodai oleh Habib Muchsin Bilfagih, S. Pd, M. Ed. Semoga terus berprestasi.


16.8.16

James Sumendap Janji Bantu SMA Al Hikam Tumbak

METRO, Ratahan- Sekitar Rp 30 miliar, akan disiapkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) dalam APBD 2017, untuk membangun dermaga di kawasan perairan Desa Tumbak, Kecamatan Posumaen.
Dalam kunjungannya ke Tumbak, Sabtu (16/07) akhir pekan lalu, Bupati Mitra, James Sumendap SH, mengatakan, pembangunan dermaga di kawasan tersebut bertujuan untuk penguatan ekonomi warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. “Nantinya, dermaga ini dimanfaatkan oleh para nelayan untuk dijadikan tempat sandar kapal, apalagi saat cuaca tak bersahabat. Dari hasil kajian, lokasi ini cukup aman untuk kapal bersandar, karena jauh dari ganguan cuaca buruk, seperti angin selatan," ujar Sumendap.
Kunjungan orang nomor satu di Mitra ini ke Tumbak sendiri, dalam rangka menghadiri Halal Bii Halal sekaligus meresmikan SMA AL-HIKAM Tumbak. Pada kesempatan tersebut, Sumendap menegaskan jika pembangunan di Desa Tumbak raya menjadi perhatian pemerintah, karena masyarakat Tumbak juga adalah bagian dari keseluruhan masyarakat Mitra yang tak dapat dipisahkan. "Pastinya pemerintah juga akan mengatur dalam pembangunan, sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat Tumbak bisa terjawab dan ini sangat penting saya sampaikan,” tandas Sumendap.
Terobosan Pemkab Mitra ini sendiri, menduai apresiasi dari warga setempat. Tokoh Masyarakat Tumbak, Habib Muksim Bilfaqib, bahkan memuji kepemimpinan Sumendap karena dinilainya telah banyak berbuat bagi masyarakat, termasuk Desa Tumbak Raya. “Makanya, sudah menjadi kewajiban kita masyarakat untuk terus mendukung pemerintahan bahkan setiap program Bupati James Suemendap," ujar Habib. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyumbang Rp 50 juta untuk pembangunan sekolah SMA Al-HIKAM.(46)

Data Siswa & Guru SMA Al Hikam Tumbak

Suasana Belajar Kelas X
                 Berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Al Hikam Cinta Indonesia No   : 063.SMA-ALHIKAM.06/2016, tentang komposisi Pengelola dan Dewan Guru SMA Al Hikam Tumbak berikut adalah susunannya;
Data Peserta didik SMA Al Hikam Tahun Pelajaran 2016-2017
KELAS
L
P
JUMLAH
X
15
17
28
XI
XII
-
-
-
JUMLAH
15
17
32

Keadaan Guru Dan Pengelola
PENDIDIKAN
L
P
JUMLAH
SLTP



SLTA
5
1
6
D3

1
1
S1
11
3
14
S2
4

4
JUMLAH
20
5
25

Keadaan Sarana dan Prasarana
Nama Barang
Jumlah
Kondisi
Ket

Yang Ada
Kebutuhan
Baik
Rusak

Gedung
1




Ruang Kelas
3




Ruang Guru
1
1



Ruang Perpustakaan

1



Ruang Kep. SMA

1



Toilet

2



Ruang Laboratorium

2



Papan Tulis

4



Mushallah

1



Meja/Kursi Siswa
30
60



Meja Guru

10



Kursi Guru

10



Lemari
3
5



Komputer
1
30



Komposisi Guru dan Pengelola
Kepala SMA Al Hikam                                   : Habib Muchsin Bilfagih, S. Ag, M. Ed
Wakil Kepala SMA Al Hikam                                    : Drs. Jhonly Chindra
Kepala Tata Usaha                                        : Rauf Baba, BA
Operator Sekolah                                          : Giar Paputungan, S. HI
Staf Tata Usaha Bag. Administrasi              : Avandi Entengo
Staf Tata Usaha Bag. Keuangan                   : Masitah Aslah
Staf Tata Usaha Bag. Sarana                                    : Muhammad Faisal, S. Kom
Pembina OSIS                                                            : Taufik Bilfagih, S. Sos. I, MSi
Wali Kelas                                                      : Muhtar Baba
Pramuka                                                         : Nasyrul Katili, S. Pd & Febriyani Laeloma, S. Pd 

Dewan Guru
Habib Muchsin Bilfagih, S. Ag, M. Ed           : Pendidikan Agama Islam – Aswaja.          
Taufik Bilfagih, S. Sos. I, Msi                         : Seni dan Budaya.
Rahman Mantu, SH. I, M. Hum                     : Sosiologi
Yardi Harun, S. Pd, M. Pd                              : Kimia
Drs. Jhonly Chindra                                      : PKN
Mardiansyah Usman, S. Pd                           : Ekonomi
Arafa, SH. I                                                     : Sejarah
Muh. Arifin Zaenal, S. Pd                              : Geografi
Steven Lantung, S. Pd                                   : Biologi
Gladies Kowureng, Amd. Kom                     : TIK
Lita Norang, SS                                              : Bahasa Jepang
Indra Umbola, S. Pd                                      : Matematika
Hizbullah Al Barzanji            , S. Pd                          : Fisika
Ikrar Tabuan, S. Pd                                       : Bahasa Indonesia
Sandra W. B Wojongan, S. Pd                      : Bahasa Inggris
H. Alimin Slamet                                            : Muatan Lokal
Muhtar Baba                                                  : Penjaskes
Ust. Ali Bakari                                                : Pengembangan Diri
Latest Post
Loading...
Copyright © 2014 AL HIKAM CINTA INDONESIA